SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca wilayah Kota Surabaya untuk periode 1 hingga 10 November. Sebagian besar wilayah Kota Pahlawan diprediksi akan mengalami kondisi cuaca terik dengan suhu maksimum mencapai 37 derajat Celsius.
Kondisi cuaca berawan hingga cerah mendominasi seluruh wilayah dari 31 kecamatan di Surabaya pada pekan pertama November. Wilayah seperti Karang Pilang, Tegalsari, Sawahan, hingga Genteng mencatatkan suhu tertinggi yang berkisar antara 25 hingga 37 derajat Celsius dengan kelembapan udara yang bervariasi.
Puncak suhu panas terik diprakirakan terjadi pada Selasa (3/11). Pada hari tersebut, sebagian besar wilayah kecamatan di Surabaya berada pada rentang suhu 26 hingga 37 derajat Celsius dengan kelembapan udara terendah mencapai 37 persen.
Memasuki pekan kedua, tepatnya mulai Senin (9/11) hingga Selasa (10/11), terjadi perubahan kondisi cuaca yang cukup signifikan. Prakiraan BMKG menunjukkan penurunan suhu maksimum menjadi 28 hingga 33 derajat Celsius, disertai munculnya fenomena udara kabur di sejumlah kawasan.
Berikut adalah rangkuman tren cuaca Kota Surabaya selama periode 1–10 November:
| Tanggal | Kondisi Umum | Rentang Suhu (°C) | Kelembapan (%) |
|---|---|---|---|
| Minggu, 1 Nov | Berawan | 28–37 | 37–77% |
| Senin, 2 Nov | Berawan | 25–35 | 44–94% |
| Selasa, 3 Nov | Cerah (Puncak Panas) | 25–37 | 39–92% |
| Rabu, 4 Nov | Cerah | 26–36 | 36–90% |
| Kamis, 5 Nov | Berawan | 26–36 | 36–92% |
| Jumat, 6 Nov | Cerah | 26–36 | 38–90% |
| Sabtu, 7 Nov | Cerah / Cerah Berawan | 26–35 | 42–93% |
| Minggu, 8 Nov | Berawan | 27–34 | 51–84% |
| Senin, 9 Nov | Berawan / Udara Kabur | 26–33 | 52–92% |
| Selasa, 10 Nov | Cerah / Udara Kabur | 25–28 | 78–93% |
Fenomena udara kabur diprediksi menyelimuti wilayah Wonocolo, Rungkut, Wonokromo, Gubeng, Sukolilo, Tambaksari, Kenjeran, Gunung Anyar, Mulyorejo, dan Bulak. Tingkat kelembapan udara pada periode tersebut juga mengalami peningkatan drastis hingga mencapai 93 persen.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk tetap menjaga kondisi kesehatan fisik di tengah cuaca panas ekstrem. Konsumsi air putih yang cukup menjadi hal krusial untuk mencegah terjadinya dehidrasi saat suhu udara menyengat.
Selain itu, warga yang berada di kawasan terdampak udara kabur perlu mengantisipasi penurunan jarak pandang saat berkendara. Penggunaan masker saat keluar rumah juga sangat dianjurkan untuk mencegah risiko gangguan saluran pernapasan.
