JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan pentingnya dukungan konkret bagi industri perfilman nasional, khususnya melalui kebijakan insentif dan penguatan distribusi film dalam negeri.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama sejumlah asosiasi perfilman. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi para pelaku usaha film di Indonesia.
“Saya hadir di RDPU Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama asosiasi untuk mengakomodir pengusaha perfilman, terutama terkait kebutuhan insentif yang mereka harapkan, mulai dari aspek perpajakan dan kebijakan lainnya,” ujar BHS dikutip akun resminya, Senin (13/4).
Ia menjelaskan, pemberian insentif dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing industri film nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Selain itu, BHS juga menyoroti pentingnya mengangkat kembali cerita-cerita asli Indonesia yang pernah populer sebagai bagian dari strategi penguatan konten lokal. Salah satu contoh yang disebutnya adalah Wiro Sableng, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan kembali dalam format film modern.
Menurutnya, kekayaan cerita lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di industri perfilman.
Di sisi lain, Bambang Haryo juga mendorong pengelola bioskop untuk meningkatkan daya tarik dengan menyediakan produk makanan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Bioskop juga perlu memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat, salah satunya dengan menghadirkan pilihan makanan yang harganya terjangkau, sehingga semua kalangan bisa menikmati film di bioskop,” katanya.
Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya, sektor perfilman nasional dapat berkembang lebih pesat, kompetitif, serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
