Lisda Hendrajoni: Pekerja Sosial Harus Merubah Mental Masyarakat

  • Whatsapp

YOGYAKARTA – Para pekerja sosial itu penting memiliki mental untuk meraih kesuksesan. Hal itu disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni saat meninjau Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional III Yogyakarta di Sleman, DIY.

“Saya pernah membaca buku, disebutkan poor people atau orang miskin adalah mereka yang bermental miskin. Dan orang sukses itu adalah orang-orang yang mentalnya sukses,” kata Lisda, Selasa (11/2/2020).

Muat Lebih

Legislator NasDem itu menambahkan, kedekatan yang terjalin antara para pekerja sosial dengan KPM (Keluarga Penerima Manfaat) seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mengubah mental masyarakat.

“Artinya seorang pendamping harus kita siapkan untuk menjadi orang-orang yang bisa mengubah mindset mereka (KPM) secara bertahap. Sehingga apa-apa yang telah diberikan oleh Kementerian Sosial tidak mubazir,” jelasnya.

Srikandi NasDem ini mencontohkan kalau mindset tidak berubah, ketika dikasih bantuan berupa ayam, maka ayam tersebut akan digunakan untuk konsumsi.

“Dikasih 40 ayam, 40 hari selesai, atau paling lama 2 bulan. Atau dia jual dengan berbagai macam, ya wallahualam. Kalau kita lihat masih ada jiwa seperti itu, itu yang harus kita ubah,” terang Lisda.

Berbeda dengan masyarakat yang mempunyai semangat tinggi untuk berjuang dalam hidupnya. Tidak dikasih modal pun, bila memiliki mental sukses, ia pasti akan memikirkan apa yang harus diperbuat.

Tidak ada kata malu untuk terus berusaha, berkembang untuk mengubah kondisi hidupnya menjadi lebih baik lagi. “Bagi mereka yang bermental sukses, mereka akan terus berkreasi untuk bertahan dan mengubah nasibnya,” lanjutnya.

“Misalnya begini, cobalah cabai itu kita tanam kan dia tumbuh. Kalau kita punya 10 pohon cabai saja, mungkin kita tidak beli cabai lagi. Atau kalau tadinya sebulan beli 2 kilo, sekarang cuma beli jadi 1 kilo,” papar lagi.

Sebenarnya, sambung Lisda, banyak hal yang bisa dilakukan jika mental sukses sudah tertanam dalam diri masyarakat penerima manfaat PKH (Program Keluarga Harapan).

Ke depan, ia berharap agar Kemensos lebih realistis dengan betul-betul fokus membina dan mengarahkan agar penerima manfaat PKH bisa mandiri.

Pos terkait

loading...