Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Ekonomi & Bisnis

Forum Bisnis RI-Korea 2026 Buka Peluang Baru Investasi Teknologi Strategis dan Energi Hijau

Sumber foto: (dok.Kemlu RI)

SEOUL – Pemerintah Indonesia terus memperkuat kemitraan ekonomi dengan Republik Korea melalui penyelenggaraan Indonesia–Korea Business Forum 2026 yang berlangsung di Fairmont Ambassador Hotel, Seoul, pada 27 Juli 2026. Forum bertajuk “Investing in Indonesia: Advancing Strategic Industrial Partnerships” ini menjadi wadah untuk mendorong investasi berkualitas di sektor energi hijau, manufaktur maju, teknologi strategis, hingga ekonomi digital.

Sekitar 30 perusahaan dan asosiasi industri Korea menghadiri forum yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul. Selain membahas peluang investasi, kegiatan tersebut juga mengulas dukungan kebijakan, kesiapan infrastruktur, pembiayaan, serta agenda business matching untuk mempercepat implementasi Special Comprehensive Strategic Partnership (SCSP) dan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

Duta Besar RI untuk Republik Korea, Cecep Herawan, menegaskan Indonesia tetap berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif di tengah proses penyempurnaan kebijakan ekonomi nasional.

“Indonesia saat ini memang tengah menyempurnakan berbagai kebijakan ekonominya. Namun arah kebijakan tersebut bukan untuk menutup diri atau menuju nasionalisasi. Tujuannya adalah membangun iklim investasi yang semakin adil, transparan, kompetitif, dan memberikan kepastian yang lebih baik bagi seluruh pelaku usaha,” ujar Cecep.

Menurutnya, pemerintah memandang investor asing sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional. Karena itu, Indonesia tidak sekadar mengundang investor masuk, tetapi juga membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.

Cecep menilai kondisi ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian justru menjadi momentum bagi perusahaan Korea untuk memperluas investasi di Indonesia. Ia menyebut pelaku usaha yang berinvestasi lebih awal akan memiliki posisi lebih kuat ketika ekonomi dunia kembali bertumbuh.

“Justru dalam situasi dunia yang tidak menentu, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memperkuat investasi di Indonesia. Perusahaan yang mengambil langkah lebih awal akan berada pada posisi yang lebih baik ketika ekonomi global memasuki fase pertumbuhan berikutnya,” katanya.

Momentum tersebut diperkuat oleh kerja sama pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) serta kesepakatan bisnis senilai USD 10,2 miliar yang dicapai saat kunjungan Presiden RI ke Seoul pada April 2026.

Direktur Jenderal Urusan ASEAN Kementerian Luar Negeri Korea, Lee Dong-gy, menyatakan kerja sama kedua negara kini berkembang ke sektor kendaraan listrik, energi bersih, dan kecerdasan buatan. Sementara itu, Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi Kementerian Luar Negeri RI, Daniel Tumpal Simanjuntak, mengungkapkan realisasi investasi asing langsung (FDI) Indonesia sepanjang 2025 mencapai USD 21,4 miliar dan mengundang investor Korea masuk ke sektor semikonduktor, galangan kapal, manufaktur maju, serta pembangkit nuklir modular skala kecil (SMR).

Forum juga menghadirkan paparan dari Deputi Hilirisasi BKPM Heldy Satrya Putera mengenai insentif investasi, Direktur Eksekutif Bank Indonesia Elsya Mayang Sari Chani terkait skema Local Currency Transaction (LCT), serta kesiapan kawasan industri oleh i-Sentra Industrial Park dan PT Eastern Logistics.

Sepanjang 2021–2025, realisasi investasi Korea di Indonesia tercatat mencapai *USD 11,45 miliar, didukung ekspansi sejumlah perusahaan besar seperti Hyundai Motor Group, POSCO, Lotte Chemical, KCC Glass, CJ Group, SK Group, dan LX International.

Menutup forum, Dubes Cecep kembali menegaskan bahwa Indonesia menawarkan lebih dari sekadar pasar yang besar.

“Kami tidak hanya menawarkan sebuah pasar. Kami menawarkan kemitraan untuk membangun industri masa depan, mulai dari manufaktur maju dan transisi energi hingga ekonomi digital. Indonesia siap tumbuh bersama Korea, dan kami mengundang perusahaan-perusahaan Korea untuk menjadi bagian dari perjalanan transformasi tersebut,” pungkasnya.