LIMA — Indonesia dan Peru sepakat memperkuat kemitraan strategis guna menjembatani potensi ekonomi kawasan Asia Tenggara dan Amerika Selatan. Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Peru Eric Anderson Machado di Lima, Peru, Senin (27/7/2026).
Pertemuan tersebut menegaskan posisi Peru sebagai mitra kunci perdagangan Indonesia di kawasan Pasifik. Di sisi lain, Indonesia menawarkan akses pasar luas bagi produk-produk Peru ke wilayah Asia Tenggara.
“Peru bukanlah negara yang jauh di ujung dunia, namun justru salah satu pintu masuk penting Indonesia ke Amerika Selatan. Jika Peru menjadi pintu gerbang Amerika Selatan untuk kita, Indonesia juga membuka akses pasar ke Asia Tenggara bagi Peru,” ujar Wamenlu Arrmanatha Nasir.
Hubungan perdagangan kedua negara mencatatkan tren positif dengan lonjakan nilai transaksi mencapai 18 persen pada 2025. Perkembangan pesat ini mendorong kedua pemerintah untuk mempercepat perundingan Indonesia–Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) di sektor perdagangan barang, jasa, hingga investasi.
“Kalau tren seperti ini terus kita jaga, sayang sekali jika perundingan CEPA sektor lainnya tidak kita percepat,” tegas Wamenlu yang akrab disapa Tata tersebut.
Selain penguatan sektor ekonomi, pertanian, dan perikanan, Indonesia turut menyampaikan pesan tegas terkait aspek keamanan diplomat. Wamenlu Tata meminta Pemerintah Peru menyelesaikan proses hukum kasus penembakan Penata Kanselerai Muda KBRI Lima yang terjadi pada September 2025 secara tuntas.
“Melindungi warga negara dan diplomat kita di mana pun mereka bertugas bukanlah sekedar formalitas, hal ini merupakan tanggung jawab yang tidak bisa ditawar,” ujar Arrmanatha menegaskan komitmen perlindungan WNI.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Peru menyampaikan komitmen penuhnya untuk menuntaskan proses hukum serta menjamin keselamatan seluruh staf perwakilan RI. Kerjasama pengamanan ini menjadi pondasi penting dalam menjaga hubungan diplomatik kedua negara.
Kunjungan kerja Wamenlu Arrmanatha ke Lima dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Pemerintah RI untuk menghadiri pelantikan Presiden Terpilih Peru. Sebagai langkah konkrit berikutnya, kedua negara sepakat menggelar Forum Konsultasi Bilateral ke-7 pada 2027 mendatang di Indonesia.
