PALEMBANG — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang menerima kunjungan kerja dari Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol., pada Jumat (6/11/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi kelembagaan dan mendorong optimalisasi sektor kepelabuhanan di Sumatra Selatan.
Jajaran manajemen Pelindo Regional 2 Palembang menyambut langsung kedatangan rombongan dewan dalam suasana hangat dan interaktif. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Palembang, Khairul Anwar, S.Sos., M.H., juga turut hadir mengawal jalannya pertemuan strategis tersebut.
Kunjungan ini berfokus pada pembahasan peran strategis Pelabuhan Boom Baru sebagai urat nadi konektivitas maritim daerah. Sektor ini memegang peranan vital dalam menjaga kelancaran arus barang, mendukung aktivitas perdagangan, serta memacu pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatra Selatan.
Guna memastikan pengelolaan pelabuhan berjalan maksimal, keterlibatan aktif dari seluruh elemen sangat mendesak. Manajemen Pelindo menegaskan bahwa optimalisasi layanan membutuhkan koordinasi berkesinambungan antara pihak operator, regulator, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan industri logistik.
Di sela-sela agenda peninjauan, rombongan DPR RI menyempatkan diri menginspeksi ruang pemantauan Integrated Planning and Control Room. Fasilitas ini merupakan pusat kendali digital yang mengintegrasikan seluruh pengawasan operasional pelabuhan secara real-time demi efisiensi layanan harian.
Bambang Haryo Soekartono memberikan apresiasi atas inovasi pengawasan maritim tersebut. “Pemanfaatan sistem terintegrasi ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan operasional. Digitalisasi melahirkan layanan kepelabuhanan yang jauh lebih transparan dan optimal,” ujar Bambang Haryo di sela-sela peninjauan.
Sejalan dengan hal tersebut, jajaran Pelindo menyatakan komitmennya untuk terus memodernisasi infrastruktur pelabuhan. Khairul Anwar menegaskan sinergi lintas instansi merupakan kunci utama dalam mengatasi dinamika logistik nasional. “Kolaborasi erat antara regulator dan operator akan menjawab berbagai tantangan operasional maritim ke depan,” tutur Khairul Anwar.
Pertukaran informasi ini diharapkan mampu melahirkan terobosan kebijakan yang memperkuat daya saing Pelabuhan Boom Baru. Pelindo bertekad mempertahankan peran pelabuhan sebagai simpul logistik andalan yang menopang kesejahteraan masyarakat Sumatra Selatan secara berkelanjutan.
