Langsung ke konten
Selasa, 27 Oktober 2026
Kesehatan

Sering Nagih Makanan Manis Habis Makan? Awas, Tubuh Anda Bisa Jadi Sudah Kecanduan Gula!

foto ilustrasi

JAKARTA — Keinginan menyantap makanan atau minuman manis secara terus-menerus sering kali dianggap sekadar kebiasaan ngemil biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal kuat bahwa seseorang telah mengalami kecanduan gula.

Spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK., membeberkan beberafpa gejala awal yang menandakan tubuh mulai kecanduan asupan gula tinggi. Salah satu tanda utamanya adalah timbulnya rasa tidak puas setelah mengonsumsi makanan utama jika belum menyantap hidangan manis.

“Misalnya kayak habis makan terus ngerasanya pengin makan manis lagi. Kalau enggak diturutin kayak masih ada yang kurang,” terang dr. Yaze pada Kamis (13/8/2026).

Selain rasa lapar yang tak tuntas, dorongan kecanduan gula juga dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang sepanjang hari. Efek ini menjadi penanda nyata bahwa tubuh sudah sangat terbiasa dengan kadar gula tinggi.

“Atau misalnya jadi seharian enggak mood, gitu. Itu sudah tanda-tanda kebiasaan makan gula lah intinya,” tambah dr. Yaze.

Meski demikian, dokter spesialis gizi tersebut menegaskan bahwa menghentikan asupan gula secara mendadak bukanlah langkah yang bijak. Berhenti total secara tiba-tiba justru berpotensi memicu gangguan suasana hati (mood swing) dan rasa cemas berlebih akibat reaksi kaget pada tubuh.

Sebagai gantinya, dr. Yaze merekomendasikan metode pengurangan kadar manis secara bertahap setiap harinya agar tubuh dapat beradaptasi secara alami. Langkah ini dinilai jauh lebih aman dan efektif untuk jangka panjang.

“Kalau untuk menghilangkannya tiba-tiba, nanti mood-nya jadi enggak bagus seharian gara-gara enggak makan gula. Biasanya saya kasih tips itu tingkat kemanisannya dikurangi per hari,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tubuh manusia pada dasarnya memiliki respons adaptasi yang sangat baik terhadap setiap nutrisi yang masuk. Ketika kadar manis dikurangi sedikit demi sedikit, tubuh akan menyadari bahwa asupan gula sebelumnya sebenarnya berlebihan.

Melalui proses pengurangan bertahap ini, ambang batas rasa puas (sugar craving target) pada otak akan menurun secara mandiri. Pada akhirnya, tubuh kembali terbiasa dengan kadar gula yang normal dan jauh lebih sehat.

“Kalau kita kurangi pelan-pelan, itu jadi terbiasa. Jadi, semangat buat kamu yang mengurangi gula,” tutup dr. Yaze.