Ekonomi & Bisnis

Indonesia Terancam Krisis, Begini Kepanikan Jokowi

Menteri Ekonomi dihimbau

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat Presiden Joko Widodo pusing. Ini karena dalam seminggu terakhir Rupiah terus naik dan bertengger di posisi Rp14.800/USD.

Kenaikan Rupiah ini sekaligus menjadi paling parah dalam 3 tahun terakhir. Terjungkalnya rupiah membuat Indonesia berstatus tidak aman disisi perekenomian.

Melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau para menterinya di bidang ekonomi untuk menjaga nilai tukar rupiah dan mengkomunikasikan perkembangannya kepada masyarakat.

Dalam rapat terbatas antara tim ekonomi Kabinet Kerja dan Bank Indonesia (BI) di Kompleks Istana Kepresidenan sore tadi, Darmin mengungkap keinginan Jokowi agar masyarakat benar-benar mengetahui apa-apa saja yang sudah dan akan dilakukan pemerintah untuk menciptakan stabilisasi rupiah.

“Presiden menekankan ‘jangan sampai kalian sudah lakukan sesuatu, tapi masyarakat bilang belum’. Jadi, harus dikomunikasikan dan dimonitor,” ujarnya menyampaikan pesan Jokowi kepada media di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (3/9).

Dipastikan Darmin, dampak pelemahan rupiah yang dikhawatirkan lebih banyak dari sisi ekonomi ketimbang pergulatan politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Karena jangan sampai rupiah kemudian membuat bisnis menjadi susah dijalankan, investasi asing di porotofolio jadi pada keluar. Kalau soal politiknya tentu saja tidak bahas, yang dibahas ekonominya,” tandasnya.

Saat ini, rupiah berada di kisaran Rp14.800 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini berlangsung terus menerus sejak awal tahun, saat masih berada di kisaran Rp13.400 per dolar AS.

loading...

Related Articles