Selasa, 8 Oktober 2019 - 15:34 WIB

Ketua DPP INSA

Ketua DPP INSA

Ketua INSA Sebut Tol Laut Butuh Banyak Perhatian

Surabaya – Program tol laut menjadi perhatian para pengusaha perkapalan Jawa Timur (Jatim). Namun, kurangnya partisipasi perusahaan ekspedisi membuat program tersebut tidak maksimal. Padahal, pemerintah memberikan banyak keringanan kepada mereka lewat program itu.

Ketua DPP Indonesian National Shipowner’s Association (Insa) Carmelita Hartoto menyatakan, kurangnya partisipasi membuat harga komoditas tetap tinggi. “Sekarang kan itu-itu saja ekspedisinya. Nah, kalau ada lebih banyak, akan ada persaingan harga,” ujarnya akhir pekan lalu.

Dia juga menyarankan pemberian subsidi kepada pelabuhan. Dengan demikian, harga yang harus dibayar konsumen juga lebih murah.

Namun, jika subsidi tidak memungkinkan, pemerintah bisa memberlakukan sistem tarif. Nanti, tarif bisa diatur berdasar isi kontainer.

“Misalnya, kontainernya kosong ya jangan dikenakan tarif. Atau kasih saja tarif 25 persen. Sebab, banyak dari barang itu yang bisa (diangkut, Red) full,” sambungnya.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan Wisnu Handoko menuturkan, anggaran subsidi tol laut tahun ini rendah. Yakni, sekitar Rp 222 miliar. Anggaran tersebut akan ditambah menjadi Rp 263 miliar. Tahun lalu anggaran subsidi Rp 400 miliar, sama seperti rancangan anggaran subsidi tahun depan.

Wisnu mengaku tak masalah jika pengusaha mengusulkan penambahan kuota subsidi. “Korelasinya adalah pencapaian voyage. Kalau voyage-nya tidak tercapai, pasti kapalnya telat. Padahal, anggarannya sudah dikasih,” jelasnya.

Menurut Wisnu, keprihatinan pengusaha itu akan menjadi bahan evaluasi pemerintah. Sebab, pengawasan dan output subsidi juga penting.

Begitu pula koordinasi antara kementerian, pengusaha, dan pemda setempat. Dia menambahkan, semua stakeholder harus bisa bekerja dengan tepat.

“Tidak boleh ada pungli, oknum. Transparansi juga harus terjamin. Kalau subsidinya naik, kami juga harus lihat ekosistemnya siap atau enggak,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 362 kali

loading...
Baca Lainnya

Tata Cara dan Etika Penagihan Pinjaman Online yang Benar

Seperti yang kita ketahui, pinjaman online adalah salah satu layanan peminjaman uang dan diperuntukan bagi...

Financial manager using smartphone at her workplace, view from the top

17 September 2020, 16:24 WIB

Dampak Covid-19, Warga Barsel Masih Enggan Mengunjungi Tempat Wisata Banyu Habang

Buntok – pandemi covid-19 sangat berdampak sekali terhadap sepinya pengunjung ke tempat Wisata Banyu Habang....

16 Agustus 2020, 01:39 WIB

UMKM Klaster Unggas Binaan SIG, Terus Berkembang Ditengah Pandemi Covid-19

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM mitra...

13 Agustus 2020, 14:41 WIB

Petani Desa Fagoe Menerapkan Program TPJS Meski Belum Dapat Sosialisasi Dari Dinas Pertanian Malaka

Malaka- para petani di Desa Fafoe Kabupaten Malaka sudah melakukan menanam jagung dengan sistim doubel...

15 Mei 2020, 18:56 WIB

Penenun Kain Tradisional Desa Lakulo Alami Kendala Pemasaran

Malaka – produksi dari penenun kain tradisional di desa Lakulo kecamatan Weliman masih memiliki kendala...

11 Mei 2020, 15:12 WIB

Dampak Covid19, Pedagang Aneka Kue Khas Romadhan Di Aceh Singkil Terancam Gulung Tikar

Singkil – Para pedagang kue untuk berbuka puasa di lokasi Jln. Sudirman yang musiman di...

5 Mei 2020, 19:20 WIB

loading...