Langsung ke konten
Jumat, 6 November 2026
Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Minta Seluruh Warga RI Punya Rekening Bank, BRI dan BSI Ditunjuk Jadi Penyelenggara

Sumber foto: ydt/humas ekon

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar seluruh masyarakat Indonesia memiliki rekening bank. Pemerintah menunjuk dua bank milik negara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), untuk menyiapkan fasilitas tersebut.

​Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kepemilikan rekening massal ini bertujuan utama untuk menyalurkan berbagai program bantuan dan layanan pemerintah. Pemerintah ingin memastikan penyaluran dana sosial berjalan lebih tepat sasaran dan terintegrasi.

​Langkah strategis ini disampaikan Airlangga usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Rapat tersebut secara khusus membahas upaya peningkatan tingkat inklusi serta literasi keuangan nasional secara menyeluruh.

​”Tadi Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat,” ujar Airlangga.

​Terkait masyarakat yang sudah memiliki rekening perbankan sebelumnya, Airlangga menegaskan mereka akan tetap dibuatkan rekening baru dari BRI maupun BSI. Pemerintah nantinya melakukan proses konsolidasi data guna memetakan warga yang memiliki akun ganda (multiple account).

​”Nanti dikonsolidasi. Jadi kalau rekening ini kan untuk berbagai program pemerintah. Jadi nanti dikonsolidasi di BRI maupun di BSI,” jelas Airlangga. Saat dikonfirmasi kembali mengenai nasib warga yang sudah punya akun bank lain, ia menjawab singkat, “Tetep dapet juga.”

​Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggunakan data kependudukan resmi dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Data identitas warga tersebut selanjutnya dipadankan langsung dengan sistem pembayaran digital milik Bank Indonesia (BI).

​”Dan nanti data yang dipakai adalah data dari Dukcapil. Dan data dari Dukcapil itu tentunya nanti akan dipadankan dengan sistem yang ada di Bank Indonesia terutama untuk payment system-nya dan yang kedua gateway system-nya. Jadi menggunakan QRIS,” pungkas Airlangga.