Langsung ke konten
Jumat, 6 November 2026
Ekonomi & Bisnis

Menteri ESDM Tegaskan Cadangan BBM Aman, Sebut Antrean di Makassar Akibat Fenomena Shifting

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto, pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Istana Kepresidenan Jakarta. Foto: BPMI Setpres

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklarifikasi fenomena antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU di Makassar belakangan ini. Bahlil menegaskan bahwa antrean tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Ia memastikan cadangan BBM nasional saat ini berada dalam posisi aman dan di atas standar minimum. Stok nasional tercatat masih mencukupi untuk kebutuhan selama kurang lebih 20 hari ke depan.

Menurut Bahlil, penumpukan kendaraan terjadi akibat adanya peralihan (shifting) konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Imbas perbedaan harga yang cukup tinggi, masyarakat berbondong-bondong beralih menggunakan BBM subsidi.

“Masalahnya sekarang, adalah banyak orang awalnya tidak memakai subsidi, kemudian shifting ke subsidi, ini karena harganya melonjak. Itulah yang terjadi sebagian di Makassar,” ujar Bahlil dalam acara Sesi Talkshow Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSea) 2026 di Jakarta, Senin.

Ia mengaku heran dengan fenomena penumpukan tersebut mengingat pasokan BBM nasional yang sebenarnya masih memadai. “Aku sudah cek, apa ini masalahnya, karena cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya enggak logic masa terjadi antre?” lanjut Bahlil.

Selain fenomena shifting, Bahlil membeberkan adanya indikasi penyalahgunaan oleh pihak tak bertanggung jawab. Ia mendapati laporan mengenai modus modifikasi tangki kendaraan berkapasitas besar untuk menampung BBM subsidi hingga ratusan liter.

“Saya minta tolong kerja sama sama Kepolisian, itu adalah ada sebagian shifting, tapi jauh lebih dari itu adalah ada mobil-mobil Pajero, mobil-mobil truk, bikin tangki gede, besar, sampai 700 liter 1 ton, isi minyak di situ,” tegas Bahlil.

Pemerintah juga menemukan indikasi rekayasa antrean di lapangan. Banyak pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat yang sengaja ikut mengantre padahal tangki bahan bakar kendaraan mereka belum kosong.

Bahlil mengimbau kepolisian untuk segera menindak tegas praktik curang penimbunan BBM subsidi tersebut. Langkah tegas ini dinilai krusial agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan kelancaran pasokan di masyarakat kembali normal.