JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpotensi menguat pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Meskipun risiko koreksi lanjutan masih membayangi, laju indeks diyakini mampu berbalik arah selama berada di atas level penopang (support).
Pada perdagangan sebelumnya, Senin (21/9), IHSG ditutup melemah 56,43 poin atau minus 0,88 persen ke level 6.384. Data RTI Infokom mencatat nilai transaksi mencapai Rp11,84 triliun dengan volume 26,90 miliar saham, di mana 280 saham menguat, 354 terkoreksi, dan 156 stagnan.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG saat ini masih bergerak bervariasi (mixed). Posisi indeks diperkirakan masih berada pada bagian dari gelombang pergerakannya, sehingga tetap rawan menguji area support.
“IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga rawan menguji kembali area 6.290-6.370. Namun, selama mampu bertahan di atas 6.370, IHSG berpeluang menguat ke rentang 6.541-6.581,” ujar Herditya dalam riset harian, Selasa (22/9).
Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.371 dan 6.279, serta resistance pada level 6.585 dan 6.633. Untuk perdagangan hari ini, ia merekomendasikan sejumlah saham seperti ASII, BBNI, DEWA, dan HRTA.
Pandangan senada disampaikan Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova. Menurutnya, peluang rebound masih terbuka lebar bagi indeks saham, meski pasar tetap wajib mewaspadai potensi penurunan yang lebih dalam jika support terdekat tertembus.
“Selama support 6.370 bertahan, IHSG berpeluang rebound menuju area 6.582-6.639. Namun, jika menembus di bawah 6.370, koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290,” kata Ivan secara terpisah.
Ivan memprediksi rentang support IHSG hari ini berada di level 6.370, 6.290, dan 6.179, sedangkan rentang resistance berada di area 6.639, 6.752, 6.835, hingga 6.916. Berdasarkan pergerakan tersebut, Ivan menyarankan investor memantau saham ADMR, ADRO, EMTK, dan TLKM.
