JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggenjot kesiapan infrastruktur air demi mendukung rencana panen raya perdana di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Pasokan air menjadi kunci keberhasilan panen padi di atas lahan seluas 180 hektare tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pemenuhan air di kawasan lumbung pangan ini memanfaatkan sejumlah sumber alternatif. Salah satu opsi utama adalah mengoptimalkan air rawa dengan potensi ketersediaan mencapai 160.000 meter kubik. Selain itu, pemerintah melakukan survei geolistrik guna mengidentifikasi akuifer untuk pembangunan sumur air tanah.
Menurut Dody, pengembangan lumbung pangan di wilayah timur Indonesia merupakan langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Keberadaan lumbung pangan di Papua memberikan keunggulan tersendiri saat daerah lain mengalami iklim kering.
“Sekitar Oktober-November akan ada panen raya padi di Wanam sekitar 180 hektar, (produksi) bisa sekitar 130-140 ton. Bagaimana hebatnya Pak Presiden naruh lumbung pangan nasional di seluruh titik di Indonesia, nggak cuma satu titik di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi,” ujar Dody Hanggodo dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
“Jadi begitu di sini kering, di sana masih ada hujan. Hari ini kita bicara cuaca paling bagus di Papua. Untung kita masih punya Wanam,” lanjut Dody.
Dari total pengolahan tanah seluas 220 hektare, area tanam bagian selatan seluas 107 hektare mencatatkan ketersediaan air sebesar 52.410 meter kubik, cukup untuk memenuhi kebutuhan 48.384 meter kubik. Namun, area utara seluas 20 hektare masih mengalami defisit karena ketersediaan air baru mencapai 805 meter kubik dari kebutuhan 34.560 meter kubik.
Pemerintah menargetkan pengembangan KSPEAN Wanam sesuai Inpres 14 Tahun 2025 dapat mencakup lahan hingga 10.000 hektare. Karena karakteristik tanahnya bervariasi dari lahan kering hingga rawa, Kementerian PU terus membangun jaringan irigasi rawa dan pengendali banjir.
Hingga 25 September 2026, realisasi pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) di Wanam telah mencapai 125,6 kilometer dari target total 179,1 kilometer. Pengelolaan tata air yang tepat dipastikan menjadi pilar utama agar lahan pertanian di Papua Selatan dapat berproduksi secara optimal dan berkelanjutan.
