JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan pergerakan yang dinamis pada perdagangan Kamis (1/10/2026) pagi. Indeks saham domestik terlihat fluktuatif dan cenderung tertekan sejak awal pembukaan di kisaran level 6.000-an.
Data RTI Business mencatat IHSG sempat dibuka menguat tipis 0,15 persen ke level 6.080,43 pada pukul 09.05 WIB. Kendati demikian, tekanan jual langsung membayangi hingga menyeret indeks ke posisi terendahnya di level 6.062,81.
Tak butuh waktu lama, IHSG kembali bergerak melorot 0,12 persen ke level 6.064,13 pada pukul 09.10 WIB. Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi IHSG yang secara kumulatif telah menyusut hingga 29,91 persen sepanjang tahun 2026 berjalan.
Aktivitas perdagangan di lantai bursa mencatatkan volume sebanyak 6,63 miliar saham dengan nilai transaksi menembus Rp 1 triliun. Laju frekuensi transaksi investor tercatat cukup aktif hingga mencapai 175.668 kali perpindahan tangan.
Pergerakan harga saham di papan perdagangan juga menunjukkan peta kekuatan yang berimbang namun cenderung merah. Sebanyak 277 saham terkoreksi, 236 saham berhasil menguat, dan 207 saham selebihnya bertahan stagnan.
Seiring dengan pelemahan indeks acuan utama, kelompok saham unggulan juga ikut tertahan di zona merah. Indeks LQ45 tercatat melemah 0,30 persen dan terlempar ke level 599,348 pada sesi pertama perdagangan.
Sejumlah analis bursa menilai fluktuasi pagi ini dipicu oleh aksi profit taking jangka pendek serta kehati-hatian pelaku pasar. “Para investor saat ini cenderung bersikap wait and see merespons dinamika pasar regional,” ujar Analis Pasar Modal RTI Business.
Di sisi lain, perwakilan Bursa Efek Indonesia mengimbau agar investor ritel tetap rasional dalam mencermati arah pergerakan harga. “Investor perlu terus memantau fundamental emiten dan tidak panik menghadapi fluktuasi harian,” tegas Pengamat Pasar Saham BEI.
