Langsung ke konten
Jumat, 6 November 2026
Ekonomi & Bisnis

IHSG Tembus Level 6.000 Saat Asing Net Sell Rp1,3 T, Cek Amunisi Tiga Emiten Ini!

foto ilustrasi (Pexels/StockRadars Co.,)

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan pekan lalu di zona hijau dengan menguat 0,46 persen ke level 6.036,89. Penguatan ini ditopang oleh kenaikan sektor teknologi sebesar 1,51 persen, meski investor asing mencatatkan net sell senilai Rp1,31 triliun di pasar reguler.

Pergerakan positif bursa domestik berjalan seiring dengan penguatan pasar saham Amerika Serikat. Indeks Dow Jones tercatat naik 0,4 persen, S&P 500 tumbuh 0,73 persen, dan Nasdaq menguat 1,19 persen pada penutupan perdagangan terakhir.

Sejumlah emiten besar turut menggerakkan indeks, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 1,67 persen dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang melonjak 3,66 persen. Selain itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan technical rebound setelah sempat menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) selama empat hari berturut-turut.

Di tengah dinamika pasar, beberapa emiten mengumumkan aksi korporasi strategis. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) terus memperlebar sayap ke sektor makanan dan minuman melalui anak usahanya, Erajaya Food and Nourishment (EFN).

“Perseroan menyiapkan ekspansi ke sektor makanan dan minuman, salah satunya membawa merek donat asal Jepang, I’m Donut, ke Indonesia pada kuartal IV 2026,” ungkap manajemen PT Erajaya Swasembada Tbk dalam keterangannya.

Sementara itu, PT Jababeka Tbk (KIJA) resmi memperluas kawasan industrinya di Jawa Tengah dengan menguasai 51 persen saham PT Kawasan Industri Seafer (KIS). Akuisisi senilai Rp340,86 miliar ini menambah kepemilikan land bank KIJA seluas 500,24 hektare di Kabupaten Kendal.

“Pengembangan KIS mencakup industri kimia, logam dasar, serta logistik maritim terintegrasi, termasuk area untuk manufaktur kendaraan listrik dan data center,” jelas manajemen PT Jababeka Tbk terkait potensi kawasan baru tersebut.

Di sisi lain, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengalokasikan dana kas internal maksimal Rp400 miliar untuk menggelar aksi buyback saham. Langkah ini dijadwalkan berlangsung mulai 2 Oktober hingga 28 Desember 2026.

“AALI dapat menjalankan aksi buyback tanpa persetujuan RUPS berdasarkan kebijakan relaksasi OJK dalam kondisi pasar yang mengalami fluktuasi signifikan,” terang manajemen PT Astra Agro Lestari Tbk mengenai dasar hukum pelaksanaan aksi pasar tersebut.