Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Surabaya

Viral Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal Diduga Usai Dicekoki Telur Mentah, Pihak RS Buka Suara!

Sumber foto: Ilustrasi AI/ChatGPT

SURABAYA – Seorang bayi berusia 28 hari bernama Alena dilaporkan meninggal dunia di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Minggu (11/10/2026) pagi. Bayi yang kisah almarhumah sempat viral di media sosial tersebut mengembuskan napas terakhir usai diduga dicekoki telur mentah oleh neneknya.

Sebelum berpulang, Alena sempat menjalani perawatan intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Dr Soetomo sejak Jumat (9/10/2026). Dugaan sementara menyebutkan bahwa nenek korban memberikan telur mentah dengan dalih untuk menurunkan demam yang dialami sang cucu.

Humas RSUD Dr Soetomo, Adin Niken, membenarkan kabar duka atas meninggalnya pasien bayi tersebut pada Minggu pagi. Pihak rumah sakit menegaskan telah berupaya memberikan penanganan medis secara maksimal sesuai standar pelayanan.

“Betul, pasien bayi tersebut meninggal hari ini pukul 07.10 WIB. 28 hari usia adeknya saat meninggal,” kata Niken saat dikonfirmasi wartawan.

Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh tante korban melalui akun Threads @calistaarisha. Dalam unggahannya, ia menyampaikan terima kasih atas pertolongan tim medis dan dukungan dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak selama masa kritis keponakannya.

“Teman-teman Threads, terima kasih banyak untuk doa kalian buat Alena ya. Dengan berat hati aku menyampaikan Alena telah berpulang, Alena sudah tidak sakit lagi,” tulis akun @calistaarisha dalam unggahannya.

Tragedi ini memicu keprihatinan luas dari kalangan medis, salah satunya dokter dengan akun Threads @dr.ferrykslg. Ia mengingatkan bahwa bayi berusia di bawah satu bulan atau neonatus sama sekali belum siap menerima asupan apa pun selain ASI atau susu formula.

“Pada usia ini, bayi belum siap menerima makanan padat, air putih, madu, kopi, teh, jamu, ramuan tradisional, apalagi telur mentah. Kebutuhan nutrisinya dipenuhi hanya melalui ASI atau sufor yang sesuai,” tegas sang dokter dalam unggahannya.

Saat ini, pihak keluarga menyatakan telah menindaklanjuti permasalahan internal tersebut dan memohon ruang privasi di tengah suasana duka yang mendalam.