Kamis, 17 September 2020 - 16:24 WIB

Financial manager using smartphone at her workplace, view from the top

Financial manager using smartphone at her workplace, view from the top

Tata Cara dan Etika Penagihan Pinjaman Online yang Benar

Seperti yang kita ketahui, pinjaman online adalah salah satu layanan peminjaman uang dan diperuntukan bagi masyarakat yang butuh dana cepat dalam waktu mendesak. Syarat dan proses dari pinjaman online juga terbilang mudah untuk dipenuhi dan tidak memakan waktu lama. Meski menawarkan berbagai kemudahan, nyatanya masih ada beberapa kasus kreditur yang tidak bisa membayar cicilan dari pinjaman online ini.

Apabila seorang kreditur tidak bisa melanjutkan proses pembayaran cicilan, maka pihak penyedia pinjaman online berhak mengajukan penagihan. Namun, proses penagihan kepada kreditur KTA online yang dilakukan juga tidak bisa sembarangan karena terdapat etika dan peraturan tertentu seperti berikut ini.

1. Memiliki Identitas Resmi dari Perusahaan Pinjaman Online

Financial manager using smartphone at her workplace, view from the top

Tata cara dan etika penagihan pinjaman online yang benar pertama yaitu penagih memiliki identitas resmi dari perusahaan pinjol. Debt collector tentunya akan selalu membawa kartu identitas resmi yang dikeluarkan oleh pemilik perusahaan pinjaman online saat melakukan penagihan. Jika debt collector yang menagih tidak mempunyai identitas resmi, segera hubungi perusahaan tempat pinjaman online.

Selain itu, Anda sebagai nasabah juga memiliki hak untuk mengetahui identitas resmi tersebut dan berhak untuk komplain ke tempat pinjaman online bila debt collector tidak bisa menunjukkan identitas resmi.

2. Dilarang Menggunakan Ancaman, Kekerasan dan Mempermalukan

Etika selanjutnya, para debt collector dilarang menggunakan ancaman, kekerasan dan tindakan yang bersifat mempermalukan nasabah yang cicilannya macet. Jika debt collector yang menghubungi atau menemui Anda telah mengeluarkan ancaman, kekerasan bahkan mempermalukan, usahakan tetap tenang dan ingatkan penagih utang untuk tidak melanggar etika penagihan sesuai peraturan Bank Indonesia (BI). Silahkan catat identitas debt collector tersebut beserta hari dan jam kejadian sebagai informasi penunjang saat akan melaporkan kasus ini kepada penyedia pinjaman.

3. Dilarang Menagih ke Pihak yang Tidak Berutang

Sad Woman Reading Paper

Debt collector dilarang menagih hutang selain kepada pihak yang berutang saja. Mereka tidak boleh  menagih utang kepada pihak lain seperti keluarga dekat, teman kantor atau orang lain yang datanya tercantum dalam ketentuan administrasi yang Anda lampirkan saat mengajukan pinjaman. Anda bisa mengajukan protes bila debt collector tersebut juga ikut memburu keluarga karena masalah utang tersebut.

4. Dilarang Menggunakan Kekerasan Fisik dan Verbal

Kekerasan fisik maupun verbal adalah hal yang sangat tidak dibenarkan, termasuk dalam hal penagihan pinjaman online. Saat menagih hutang debt collector dilarang menggunakan pemaksaan secara fisik maupun verbal. Jika hal ini terjadi segera laporkan ke perusahaan tempat meminjam.

5. Dilarang Keras untuk Meneror

Menagih hutang menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu kenyamanan nasabah. Penagihan harus dilakukan pada waktu-waktu tertentu dan tidak sepanjang hari. Jika Anda merasa terganggu dengan panggilan tanpa henti dari penagih utang, segera beritahu perusahaan pinjaman online agar segera diatasi. Sebab, hal ini adalah hal yang salah dan tidak bisa dibenarkan.

Itulah berbagai tata cara dan etika proses penagihan dari pihak pinjaman online apabila ada seorang kreditur yang tidak bisa melanjutkan proses pelunasan hutang. Salah satu aplikasi yang menerapkan etika dan tata cara penagihan yang tepat dan sesuai aturan adalah Tunaiku. Review aplikasi Tunaiku dari para penggunanya juga terbilang sangat bagus.

Tunaiku juga membekali setiap debt collector mereka dengan identitas resmi, sehingga etika dan cara penagihan yang digunakan juga tidak sembarangan. Lebih dari itu, review aplikasi Tunaiku juga menunjukkan bahwa aplikasi ini telah terdaftar secara resmi di OJK, sehingga kredibilitas dan legalitas dari aplikasi ini tidak perlu diragukan lagi. Jadi, agar proses peminjaman online Anda tenang dan aman, yuk pakai Tunaiku sekarang!

Artikel ini telah dibaca 125 kali

loading...
Baca Lainnya

Dampak Covid-19, Warga Barsel Masih Enggan Mengunjungi Tempat Wisata Banyu Habang

Buntok – pandemi covid-19 sangat berdampak sekali terhadap sepinya pengunjung ke tempat Wisata Banyu Habang....

16 Agustus 2020, 01:39 WIB

UMKM Klaster Unggas Binaan SIG, Terus Berkembang Ditengah Pandemi Covid-19

Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM mitra...

13 Agustus 2020, 14:41 WIB

Petani Desa Fagoe Menerapkan Program TPJS Meski Belum Dapat Sosialisasi Dari Dinas Pertanian Malaka

Malaka- para petani di Desa Fafoe Kabupaten Malaka sudah melakukan menanam jagung dengan sistim doubel...

15 Mei 2020, 18:56 WIB

Penenun Kain Tradisional Desa Lakulo Alami Kendala Pemasaran

Malaka – produksi dari penenun kain tradisional di desa Lakulo kecamatan Weliman masih memiliki kendala...

11 Mei 2020, 15:12 WIB

Dampak Covid19, Pedagang Aneka Kue Khas Romadhan Di Aceh Singkil Terancam Gulung Tikar

Singkil – Para pedagang kue untuk berbuka puasa di lokasi Jln. Sudirman yang musiman di...

5 Mei 2020, 19:20 WIB

Rupiah Melemah, Pemerintah Diminta Tingkatkan Cadangan Emas

JAKARTA – Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amirika Serikat (AS) yang saat...

18 Maret 2020, 22:11 WIB

loading...