Bea Cukai Akan Gempur Rokok Ilegal di Pasaman

Bea Cukai Akan Gempur Rokok Ilegal di Pasaman
Bea Cukai Akan Gempur Rokok Ilegal di Pasaman

Padang, – Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat telah menerima laporan maraknya peredaran rokok ilegal bermerek Hmind dan Luffman di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, Jum’at (3/6/22).

Bea Cukai akan melakukan gempur rokok ilegal dengan operasi sekaligus kampanye pengawasan Barang Kena Cukai.

“Terima kasih. Kami sangat mengapresiasi peran serta dalam upaya pengawasan Bea Cukai. Kami akan menindaklanjuti laporan tersebut,” kata layanan pengaduan dan informasi Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat kepada deliknews.com.

Baca juga: Diminta Ditertibkan, Rokok Ilegal Beredar di Pasaman Sumbar Rugikan Negara

Rokok Ilegal Marak di Pasaman, Kinerja Bea Cukai Telukbayur Dipertanyakan

Bea Cukai melaksanakan operasi pemberantasan peredaran rokok ilegal secara rutin dan berkesinambungan.

Sebelumnya diberitakan, peredaran rokok ilegal di Provinsi Sumatera Barat termasuk di Kabupaten Pasaman makin marak seakan ada pembiaran, faktanya rokok tanpa cukai itu terus beredar bebas, belum terlihat adanya penertiban.

Peredaran rokok tanpa cukai bukan saja di warung-warung kecil, bahkan menurut informasi ada beberapa gudang rokok tanpa cukai ini di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat.

Cukai merupakan pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik tertentu sebagaimana yang ditetapkan dalam Undang-Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007.

Artinya, apabila peredaran rokok ilegal tidak dicegah maka akan berdampak pada penerimaan negara, yang akan dikembalikan lagi kepada masyarakat.

Pertumbuhan peredaran rokok tanpai cukai ini tentunya bisa disebut sebagai potret kegagalan pihak Bea Cukai. Sebab, tampak selama ini rokok ilegal di Pasaman dari tahun ke tahun peredarannya makin marak, namun belum terlihat kinerja Bea Cukai.

Beredarnya rokok ilegal di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat disoroti banyak pihak mulai dari masyarakat, ormas dan awak media, berharap bisa ditertibkan oleh pihak yang berwenang agar tidak merugikan negara dan meresahkan masyarakat.

Beberapa warung penjual rokok resmi di Pasaman merasa resah dengan keberadaan rokok ilegal, sebab menciptakan ketidakadilan berusaha bagi para pelaku usaha yang taat terhadap ketentuan perpajakan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, pemasukan cukai negara tahun 2021 sebesar Rp173,4 triliun, termasuk dari cukai rokok yang beredar secara resmi atau legal.

Sebanyak dua persen dari jumlah tersebut, atau senilai Rp3,5 triliun, akan dikembalikan kepada daerah dalam bentuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT). Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sesuai ketetentuan yang berlaku.

Artinya apabila terjadi penurunan pemasukan bea cukai negara, tentunya akan berpengaruh kepada dana bagi hasil untuk daerah termasuk Kabupaten Pasaman.

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh, DBH CHT yang diterima Kabupaten Pasaman mengalami penurunan seperti pada tahun 2019 senilai Rp209.985.000, dan tahun 2020 menurun menjadi Rp72.573.000. Besar kemungkinan penurunan bagi hasil ini disebabkan banyaknya peredaran rokok ilegal.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.