Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Ekonomi & Bisnis

Kemacetan Pelabuhan Ketapang Belum Usai, ASDP Tambah Kapal dan Rekayasa Lalu Lintas

Sumber foto: (Eka Rimawati/detikJatim)

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat mengurai kemacetan horor yang terjadi di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, kepolisian, dan pemerintah daerah, ASDP menggelar rekayasa lalu lintas besar-besaran untuk mengembalikan kelancaran konektivitas Jawa-Bali.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa kepadatan ini dipicu oleh lonjakan mobilitas libur sekolah, faktor cuaca, dan pengalihan distribusi kendaraan logistik. Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang terjadi di lapangan.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa dan menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi,” ujar Heru Widodo dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2026). “Sejak awal, seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama untuk memastikan layanan tetap berjalan aman, lancar, dan andal.”

Untuk mendongkrak kapasitas angkut, ASDP kini mengerahkan 28 hingga 30 kapal setiap hari yang beroperasi di berbagai dermaga. Manajemen juga menerapkan pemisahan dermaga berdasarkan jenis kendaraan guna meminimalkan konflik arus kendaraan dan mempercepat bongkar muat.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, memastikan bahwa seluruh tim di lapangan terus mengoptimalkan sistem operasional demi memotong waktu antrean. Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah pola pelayaran taktis demi mempercepat pergerakan kapal.

“Kami mengoperasikan 28 hingga 30 kapal setiap hari, mengoptimalkan layanan di Dermaga MB, LCM, Bulusan, dan ponton, serta menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat siklus pelayaran,” jelas Arief Eko Kurniansjah.

Selain rekayasa di laut, ASDP bersama Satlantas Polresta Banyuwangi mengaktifkan kantong parkir Bulusan sebagai buffer zone berkapasitas 400 truk logistik besar. Sementara itu, kendaraan pribadi dialihkan melalui Jalan Lingkar Ketapang untuk menghindari penumpukan di jalur arteri menuju pelabuhan.

Guna mengantisipasi lonjakan yang masih berlangsung selama libur sekolah, pemerintah juga menggelar Program Diskon Tarif Penyeberangan berupa potongan 100% tarif jasa kepelabuhanan. Pengguna jasa kini diimbau untuk membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan serta memantau perkembangan cuaca dari BMKG.