Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Ekonomi & Bisnis

Indonesia Resmi Jadi Pendiri WAICO, Airlangga Bidik Lompatan Ekonomi AI

Sumber foto: Dok. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia

SHANGHAI – Pemerintah Indonesia resmi menandatangani dokumen pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) dalam rangkaian Konferensi WAIC 2026 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Kamis (16/7/2026). Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen RI memperkuat tata kelola dan kerja sama internasional di bidang kecerdasan artifisial (AI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, memimpin langsung proses penandatanganan tersebut. Indonesia bergabung bersama perwakilan dari sekitar 30 negara lain, termasuk Brasil, Malaysia, Rusia, Afrika Selatan, dan RRT sebagai tuan rumah.

Bergabungnya Indonesia sebagai salah satu founding member memiliki nilai yang sangat strategis. Posisi awal ini memberikan peluang emas bagi RI untuk ikut merumuskan arah kebijakan serta struktur kelembagaan organisasi independen antar-pemerintah tersebut.

Menko Airlangga menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia bertujuan memastikan pengembangan AI global tetap berpusat pada manusia (human-centric approach). Selain itu, organisasi ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang setara bagi negara-negara berkembang.

“Penerapan AI dapat dimanfaatkan pada sektor pertanian modern, transisi energi, energi terbarukan, serta untuk mengembangkan banyak sektor digital termasuk sektor kesehatan,” ujar Airlangga Hartarto dalam keterangannya.

Airlangga menilai bahwa kehadiran teknologi AI akan menjadi katalisator utama pertumbuhan. Adopsi teknologi canggih ini diyakini mampu melipatgandakan nilai ekonomi digital Indonesia secara signifikan di masa depan.

“Saat ini ekonomi digital Indonesia bernilai USD13 miliar, dan kita sedang menuju USD300 miliar, di mana jumlah tersebut akan berlipat ganda dengan adanya AI,” pungkas Airlangga optimistis.

Pemerintah Indonesia memastikan setiap kerja sama teknis di dalam WAICO tetap menghormati kedaulatan data dan regulasi nasional. Fokus utama tetap diarahkan pada ranah sipil (civilian domain) secara inklusif tanpa adanya diskriminasi.

Sebagai langkah tindak lanjut, pemerintah segera memperkuat koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga (K/L). Akselerasi ini mencakup pematangan infrastruktur pusat data (data center) serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang AI dalam negeri.