JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi memulai program pelatihan manajerial bagi 5.153 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Kegiatan intensif ini berlangsung selama hampir dua pekan, mulai 17 hingga 29 Juli 2026, di sepuluh lokasi satuan pendidikan TNI yang tersebar di Jakarta, Bogor, Surabaya, dan Sidoarjo.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, menegaskan bahwa langkah ini krusial untuk memastikan pengelolaan KNMP berjalan produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, pelatihan ini merupakan upaya mencetak generasi pertama pengelola KNMP yang mampu menggerakkan ekonomi pesisir bersama masyarakat.
“Ini adalah awal lahirnya generasi pertama pengelola Kampung Nelayan Merah Putih Indonesia. Mereka akan menjadi penggerak pembangunan yang bekerja bersama masyarakat untuk membangun ekonomi pesisir,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/7/2026).
Nyoman menjelaskan, KNMP tidak sekadar dirancang untuk pembangunan fisik semata. KKP mengonsep kawasan ini sebagai pusat ekonomi modern yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas usaha perikanan, mulai dari pabrik es, cold storage, sentra kuliner, hingga bengkel kapal.
“Fasilitas yang baik tidak akan berarti tanpa SDM yang mampu mengelolanya. Karena itu, pelatihan ini menjadi bentuk keseriusan KKP menyiapkan pengelola yang profesional dan mampu bekerja sama,” tambahnya.
Dalam operasionalnya nanti, para peserta akan mengisi empat posisi strategis, yakni Manajer Operasional, Kepala Produksi, Penjamin Mutu, dan Administrasi Keuangan. Mereka dipersiapkan untuk bekerja dalam satu tim yang solid guna menjalankan operasional kawasan secara terpadu.
Sebelum pelatihan nasional ini digelar, BPPSDM KP telah melakukan persiapan matang dengan melatih 573 tenaga instruktur melalui Training of Trainers and Microteaching pada awal Juli di Makassar, Bandung, Surabaya, dan Bogor. Langkah ini dilakukan untuk menyamakan persepsi terhadap 28 modul pelatihan agar standar kualitas tetap terjaga di seluruh lokasi.
Kepala Pusat Pelatihan KP, Joni Haryadi D, menambahkan bahwa pengelola KNMP nantinya harus berperan lebih dari sekadar operator. Mereka dituntut menjadi agen perubahan yang mampu memberdayakan kelembagaan masyarakat dan menghadirkan manfaat nyata bagi nelayan.
Program ini merupakan wujud kolaborasi lintas sektor antara KKP, Kementerian Pertahanan, PT Agrinas Jaladri Nusantara, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan KNMP dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di masa depan.
