Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai pengembangan sektor pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Pulau Lombok, yang mengedepankan kekayaan budaya merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
Menurut Bambang Haryo, wisatawan asing umumnya tidak hanya mencari panorama alam, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik dan tidak dapat ditemukan di negara lain. Karena itu, potensi budaya lokal perlu terus dikembangkan sebagai daya tarik utama pariwisata.
“Langkah Pemerintah Provinsi NTB yang mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya sudah sangat tepat. Bagi wisatawan mancanegara, kekayaan budaya merupakan salah satu daya tarik utama yang sering kali lebih diminati dibandingkan wisata alam semata,” kata Bambang Haryo.
Ia menilai pengembangan pariwisata ke depan harus mengolaborasikan kekayaan budaya dengan keindahan alam. Menurutnya, strategi tersebut telah diterapkan secara sukses di sejumlah negara seperti Bali, Malaysia, Thailand, Turki, Jepang, Prancis, dan Spanyol yang lebih banyak mempromosikan budaya dan kuliner sebagai identitas destinasi wisata.
Bambang Haryo mencontohkan Desa Sade di Lombok sebagai salah satu destinasi budaya yang memiliki nilai autentik tinggi. Tradisi masyarakat membersihkan lantai rumah menggunakan kotoran sapi, menurutnya, justru menjadi daya tarik wisata karena mencerminkan kearifan lokal yang tetap lestari.
Ia juga mengapresiasi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal beserta jajarannya yang terus menggali, melestarikan, dan mempromosikan budaya Lombok sebagai kekuatan utama pengembangan pariwisata daerah.
