SURABAYA – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai keberlangsungan industri galangan kapal nasional harus menjadi perhatian pemerintah karena sektor tersebut berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta menjaga penguasaan teknologi nasional.
Menurut BHS, industri galangan kapal memiliki karakter padat karya, padat modal, dan padat teknologi sehingga keberadaannya memiliki dampak strategis terhadap perekonomian nasional.
“Industri galangan harus mendapat perhatian khusus. Jika industri seperti ini terpuruk, dampaknya besar terhadap investasi, tenaga kerja, dan penguasaan teknologi nasional,” kata Bambang Haryo saat menghadiri peletakan lunas (*keel laying*) kapal baru milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) di Bangkalan, Sabtu.
Ketua Kelompok Fraksi Komisi VII DPR RI tersebut mendorong badan usaha milik negara dan perusahaan swasta untuk mengutamakan pembangunan kapal di galangan dalam negeri.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat rantai industri nasional sekaligus mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mengembangkan sektor kemaritiman.
BHS mengatakan kemampuan galangan nasional saat ini sudah memadai untuk membangun berbagai jenis kapal. Bahkan, industri dalam negeri mampu membangun *floating loading facility* dengan standar klasifikasi internasional.
Untuk menjaga daya saing industri tersebut, BHS meminta pemerintah memberikan perlindungan dan insentif, khususnya dalam sektor energi.
“Industri galangan kapal merupakan sektor strategis karena padat karya, padat modal, dan padat teknologi,” ujarnya.
Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama Erwin H. Poedjono mengatakan kapal yang dibangun tersebut merupakan armada ke-51 perusahaan.
Menurutnya, pembangunan kapal menjadi bagian dari modernisasi armada DLU untuk memperkuat konektivitas antarpulau dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kapal tersebut dibangun dengan mengacu pada standar keselamatan internasional *Safety of Life at Sea* (SOLAS) dan mengoptimalkan penggunaan komponen dalam negeri.
Direktur Utama PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI) Anita Puji Utami menargetkan pembangunan kapal dapat diselesaikan dalam 15 bulan.
Dengan optimalisasi sistem kerja, waktu pembangunan berpeluang dipercepat menjadi 12 bulan.
Penggunaan komponen dalam negeri ditargetkan sekitar 45 persen, sementara TKDN diproyeksikan mencapai sekitar 70 persen.
