MAKASSAR – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong penguatan konektivitas transportasi dan logistik dari Kawasan Industri Makassar (KIMA) hingga ke tingkat kecamatan di Sulawesi Selatan. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok industri nasional.
Bambang menilai, akses transportasi yang terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi distribusi barang dan bahan baku sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk mendekati pusat-pusat kegiatan industri. Dengan begitu, manfaat pertumbuhan kawasan industri diharapkan tidak hanya dinikmati perusahaan besar.
Hal tersebut disampaikan Bambang saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (9/10/2026).
Menurut Bambang, KIMA merupakan salah satu kawasan industri besar yang membutuhkan dukungan infrastruktur memadai. Ia mengapresiasi keberadaan akses jalan tol menuju kawasan tersebut, meskipun pembangunan fasilitas itu bukan berasal dari pemerintah pusat.
“Untuk kawasan industri, dibandingkan dengan yang ada di kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta, memang kawasan industri yang besar, seperti KIMA ini yang lebih besar. Ini memang saat ini sudah diberikan fasilitas jalan tol walaupun itu bukan dari pemerintah pusat,” ujar Bambang.
Politikus Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya menghubungkan kawasan industri dengan kota-kota besar. Jaringan transportasi juga perlu menjangkau wilayah kecamatan agar pelaku UMKM di daerah memiliki akses lebih baik untuk memasok kebutuhan industri maupun memasarkan produknya.
“Kalau ini bisa didorong, bahwa transportasi ini bisa terkoneksi dari kota yang besar sampai ke kecamatan, yang diharapkan untuk UMKM-UMKM juga bisa mendekat karena konektivitas,” katanya.
Bambang juga mengingatkan pentingnya menjaga kelancaran arus logistik untuk mendukung aktivitas produksi dan distribusi di Sulawesi Selatan. Menurutnya, hambatan transportasi perlu diminimalkan agar pasokan barang dan bahan baku tidak terganggu.
“Bagaimana transportasi logistik tentu yang berhubungan dengan industri, jadi moga-moga tidak akan terjadi lagi (hambatan),” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pemerintah provinsi tengah mempercepat pembangunan infrastruktur jalan untuk memperkuat konektivitas antardaerah.
“Jadi kami sekarang lagi progres membangun jalan sepanjang kurang lebih 1.400 kilometer di Sulawesi Selatan,” ungkap Andi.
Pembangunan jaringan jalan tersebut diharapkan mendukung kelancaran distribusi logistik sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pusat-pusat perekonomian.
Integrasi KIMA dengan jaringan transportasi hingga ke daerah dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing industri Sulawesi Selatan. Konektivitas yang semakin baik juga berpotensi memperluas pasar UMKM dan mendorong pemerataan manfaat pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
