Minggu, 4 Agustus 2019 - 11:46 WIB

Tahun Ini, Studi Kereta Cepat Jakarta Surabaya Rampung

Jakarta – Pemerintah menyatakan studi kelayakan (feasibility studies/FS) terkait proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya ditargetkan selesai akhir tahun ini. Hal itu dilakukan oleh Badan Kerjasama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA)

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri menuturkan proses studi kelayakan baru saja dimulai. Maka itu, ia masih belum bisa memproyeksi hasil dari studi tersebut.

“Pihak Jepang sudah bekerja, nanti mungkin akhir Desember 2019 baru bisa diidentifikasi struktur pembangunannya seperti apa,” ungkap Zulfikri.

Ia juga belum bisa memastikan bahwa pendanaan nantinya tetap akan berkisar Rp60 triliun seperti yang sebelumnya ditargetkan oleh pemerintah. Hal itu masih bergantung hasil studi yang dilakukan Jepang.

“Investasi ya belum, nanti-nanti,” imbuhnya.

Menurut Zulfikri, pemerintah akan mengkaji hasil studi kelayakan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya dan mengumumkan kepastian pembangunannya pada Mei 2020 mendatang. Setelah itu, pemerintah akan melakukan tender untuk menentukan kontraktor pembangunan proyel tersebut.

“Pembangunan dilakukan pada 2021, operasionalnya dua sampai tiga tahun dari 2021 itu,” jelas dia.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Kantor JICA Indonesia Shinichi Yamanaka mengatakan bahwa jika pemerintah menyetujui studi kelayakan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya, maka JICA akan membuat desain perencanaan rinci untuk diberikan kepada Kementerian Perhubungan.

“FS baru akan dimulai Juni tahun ini. Kira-kira satu sampai satu setengah tahun (selesai). Nanti baru akan dipertimbangkan setelah keluar hasil FS-nya,” katanya.

Informasi saja, kereta semi cepat Jakarta-Surabaya ini direncanakan melaju dengan kecepatan 145 kilometer (km) per jam. Dengan begitu, perjalanan Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam 5 jam 30 menit.

Artikel ini telah dibaca 491 kali

loading...
Baca Lainnya

Petani Desa Fagoe Menerapkan Program TPJS Meski Belum Dapat Sosialisasi Dari Dinas Pertanian Malaka

Malaka- para petani di Desa Fafoe Kabupaten Malaka sudah melakukan menanam jagung dengan sistim doubel...

15 Mei 2020, 18:56 WIB

Penenun Kain Tradisional Desa Lakulo Alami Kendala Pemasaran

Malaka – produksi dari penenun kain tradisional di desa Lakulo kecamatan Weliman masih memiliki kendala...

11 Mei 2020, 15:12 WIB

Dampak Covid19, Pedagang Aneka Kue Khas Romadhan Di Aceh Singkil Terancam Gulung Tikar

Singkil – Para pedagang kue untuk berbuka puasa di lokasi Jln. Sudirman yang musiman di...

5 Mei 2020, 19:20 WIB

Rupiah Melemah, Pemerintah Diminta Tingkatkan Cadangan Emas

JAKARTA – Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amirika Serikat (AS) yang saat...

18 Maret 2020, 22:11 WIB

MENGENAL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI PERTAMA DI INDONESIA

Indonesia Power merupakan anak perusahaan dari PLN yang bergerak di bidang operasi dan pemeliharaan pembangkit....

14 Maret 2020, 13:13 WIB

5 Produk Tas Selempang Terbaru

Sebagaimana yang diketahui bahwa tas merupakan salah satu aksesoris pelengkap gaya masa kini yang bukan...

11 Maret 2020, 03:42 WIB

loading...