Senin, 9 September 2019 - 15:42 WIB

Perusahaan Asuransi Bumiputera digugat Class Action

Surabaya – Perusahaan Asuransi PT Bumiputera digugat class action (gugatan massal) oleh nasabahnya karena dianggap tidak profesional dalam pengelolaan manajemen asuransi. “Sudah ada sepuluh orang yang mewakili ratusan atau bahkan ribuan nasabah yang dirugikan oleh Bumiputera,” kata nasabah Dhimam Abror, Senin (9/9).

Abror yang juga wartawan senior, sudah menjadi nasabah asuransi jiwa Bumiputera selama bertahun-tahun. Tetapi, tahun ini ketika hendak mencairkan asuransinya ternyata prosedurnya sangat tidak profesional.

“Dari Surabaya saya diarahkan ke Jakarta, saya ke Jakarta tetapi tidak ada penyelesaian,” kata Abror.

Yang mengagetkan Abror, saat berada di kantor pusat Bumiputera di bilangan Jl Sudirman sudah ada ratusan nasabah dari berbagai daerah di Indonesia yang mengantre berjam-jam tetapi tidak mendapatkan layanan yang memadai.

“Nasabah sangat kecewa karena hanya diterima oleh petugas sekuriti, padahal mereka datang dari luar Jakarta dan luar Jawa, banyak nasabah yang marah-marah,” jelas Abror.

Beberapa waktu belakangan ini kantor pusat sudah kosong melompong. Abror mendapatkan info untuk datang ke kanwil Jakarta.

“Di sana saya mendapat penjelasan bahwa klaim nasabah diselesaikan di masing-masing daerah,” imbuh Abror.

Setelah balik ke Surabaya Abror diberi janji penyelesaian dua bulan. “Ternyata blong,” kata Abror kecewa.

Abror menemui fakta bahwa ratusan nasabah dan bahkan puluhan ribu nasabah dari seluruh Indonesia mendapat perlakuan yang sama dengan dirinya. “Anehnya operasional jalan terus, masih cari nasabah baru, bukannya menghentikan operasi, ini kan bisa menjerumuskan nasabah,” kata mantan Pemimpin Redaksi Jawa Pos ini.

Abror sudah mengontak advokat M. Sholeh untuk mengajukan class action secara perdata, dan sudah ada 10 nasabah yang siap memberi surat kuasa kepada M. Sholeh.

Advokat M. Sholeh yang dihubungi mengatakan siap membantu nasabah Bumiputera. Ia bahkan melihat ada kemungkinan pelanggaran pidana. “Selain perdata kita akan laporkan pidana juga,” kata Sholeh. (*)

Artikel ini telah dibaca 291 kali

loading...
Baca Lainnya

Ketua INSA Sebut Tol Laut Butuh Banyak Perhatian

Surabaya – Program tol laut menjadi perhatian para pengusaha perkapalan Jawa Timur (Jatim). Namun, kurangnya...

Ketua DPP INSA

8 Oktober 2019, 15:34 WIB

Harga jual emas Antam Rp753 ribu/gram

Jakarta – Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berada di posisi Rp753 ribu...

17 September 2019, 09:58 WIB

PT Dharma Lautan Utama, Terima Penghargaan Terbaik Pertama

Surabaya – PT Dharma Lautan Utama kembali dinobatkan sebagai perusahaan angkutan penyeberangan terbaik I (Pertama)...

Dirut PT Dharma Lautan Utama, saat menerima piagam penghargaan di Jakarta, Minggu (15/9)

16 September 2019, 22:41 WIB

Terbaik Pertama, PT Dharma Lautan Utama Terus Berinovasi

Surabaya – Untuk kelima kalinya, PT Dharma Lautan Utama (DLU) mendapatkan piagam penghargaan terbaik pertama...

Dirut PT Dharma Lautan Utama, saat menerima piagam penghargaan di Jakarta, Minggu (15/9)

16 September 2019, 18:07 WIB

PT Dharma Lautan Utama, Terima Penghargaan Angkutan Penyeberangan Terbaik

Jakarta – PT Dharma Lautan Utama (DLU) berbasis di Surabaya, Jawa Timur kembali mendapatkan penghargaan...

16 September 2019, 10:24 WIB

Acara Wealth Wisdom Bank Permata Kembali Digelar. Hadirkan Kelas Presfektif Dan Edukatif

Surabaya – Permata Bank kembali menggelar Wealth Wisdom dengan mengangkat tema ‘Mindfully Wealthy in 21...

14 September 2019, 06:58 WIB

loading...