Bali  

Buat Tak Nyaman dan Tak Berizin ! Warga Kecam Pemilik GOR Citarum

Satpol PP Denpasar turun memeriksa GOR.

Denpasar – Merasa tidak nyaman keberadaan bangunan Gelanggang Olahraga (GOR), sejumlah warga di bilangan perumahan Citarum Panjer mengecam pemilik bangunan. Warga sekitar merasa geram, menilai pemilik GOR tidak memiliki sikap toleran dan sudah diingatkan namun tetap ngeyel.

Pasalnya, GOR dalam lingkungan perumahan ini dikabarkan menimbulkan suara bising yang mengganggu warga sekitar. Selain itu, ruas gang milik perumahan terlihat menjadi dikangkangi, digunakan sebagai fasilitas parkir kendaraan pengunjung. Terlebih menurut warga, bangunan GOR ini disebut-sebut tidak memiliki izin alias bodong.

I Dewa Sudarsana, selaku warga yang berdampingan langsung dengan bangunan GOR mengaku benar-benar terganggu. Kenyamanan dirinya dan keluarga, terlebih aktivitas di GOR dikatakan sampai pukul 10 malam.

“Waktu ini saya sempat sakit. Saat itu saya benar-benar tersiksa batin dan fisik karena GOR bising sekali. Suara orang yang bermain Bulu Tangkis di GOR itu suaranya sangat keras terdengar di rumah saya. Saya jadi tidak bisa istirahat tenang,” ungkapnya.

Dewa Sudarsana mengaku kecewa, ia merasa dibohongi oleh pemilik GOR. Awalnya pemilik mengatakan hanya akan membangun lapangan Bulu Tangkis untuk keluarga, sehingga ia menyambutnya dengan baik. Bahkan, ikut membentuk klub Bulu Tangkis untuk anak-anak lingkungan setempat.

Klub tersebut dimaksud untuk menghimpun dan menjaring bakat-bakat Bulu Tangkis generasi muda di sekitar perumahan Citarum, agar mereka dapat menyalurkan minat bakat dan membina prestasinya, dengan menjadwalkan latihan rutin setiap Sabtu dan Minggu.

Namun belakangan ternyata lapangan tersebut  disewakan untuk umum. Pemilik bahkan, kata Dewa Sudarsana mempromosikan lapangan tersebut melalui media sosial, sehingga banyak orang luar lingkungan komplek Citarum M yang datang bermain di GOR tersebut.

“Sejak awal saya sebagai tetangga diberitahu bahwa yang bersangkutan (pemilik GOR) hanya akan membangun lapangan untuk keluarga, karena dia punya anak yang jadi atlet, tapi kok sekarang di komersilkan, dan menjadi ramai sekali,” paparnya.

Terkait keluhannya ini, ia memgaku sudah berupaya berkomunikasi dengan pihak pemilik, namum menurutnya tidak ada respon tindakan yang baik. Pemilik seolah bergeming, tetap mengoperasika GOR tanpa perduli dengan keluhan akibat gangguan yang ia dan warga lain alami.

Atas kondisi ini, ia pun telah melayangkan pengaduan baik ke aparat lingkungan setempat maupun ke aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar.

Dua hari yang lalu (4/10), katanya, beberapa petugas Satpol PP Kota Denpasar telah turun mengecek lokasi GOR tersebut, namun sampai hari ini ia mengaku belum menerima informasi hasil pemeriksaan dan tindakan apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh pihak Satpol PP Denpasar terkait kondisi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.