Langsung ke konten
Kamis, 29 Oktober 2026
Bali

Stop..! Siswa Titipan Jalur Belakang dan Perbudakan Upah Guru

Oleh: AA. Gede Agung Aryawan, S.T

Perkembangan kualitas Pendidikan Generasi Penerus Bali harus mendapat perhatian serius, sehingga kualitas SDM Bali bisa bersaing dengan Dunia Internasional yang sangat ketat dan cepat.

Penerimaan Siswa Baru Jalur Belakang Titipan Oknum yang sangat Massive telah membuat banyak sekolah swasta kekurangan siswa. Alhasil menjadi alasan utama pengelola yayasan Pendidikan dalam memberi Upah Guru dan Pegawai tidak layak di bawah standar Upah Minimum Regional (UMR)

Bagaimana mungkin bisa Guru serta Pegawai memberi pembelajaran maksimal ketika mereka sendiri penghasilan tidak layak. Dengan standar upah murah akan membuat kesulitan ekonomi dan tentu dengan perut lapar tidak akan bisa membuat mereka kerja secara maksimal mendidik para siswa.

Keputusan Berani Pemimpin di Bali untuk menghentikan Praktik Penerimaan Siswa Didik Baru lewat Jalur Belakang Titipan Oknum adalah menjadi keharusan. Jangan terus menerus memanjakan Generasi Penerus Bali dengan adu bekingan dalam mencari Sekolah Negeri lewat praktek curang dengan jalur belakang atau piagam juara tanpa Bertanding alias BODONG.

Kita harus menyiapkan Ruang Kompetisi Fair bagi Generasi Penerus Bali untuk mendapatkan Pendidikan berkualitas. Semua Hak Generasi Penerus untuk mendapatkan Pendidikan Sekolah Negeri Pavorit lewat aturan juknis, untuk bisa lolos maka Anak” kita harus berjiwa Petarung Sejati dengan Giat Belajar untuk berprestasi.

Pemerintah wajib menyediakan fasilitas pendukung pendidikan itu, bukan malahan memaksakan mereka lolos dengan jalur belakang yang melanggar Aturan Juknis PPDB yang dibuat sendiri. Pendidikan Hebat butuh disiplin dan taat asas. Jadi juknis di buat agar anak-anak kita lahir dengan jiwa-jiwa kompetisi fair serta tekun dan rajin belajar. Untuk Sekolah swasta pemerintah wajib hadir memberikan subsidi pembiayaan lewat dana hibah atau bantuan anggaran selain BOS.

Sehingga lembaga pendidikan akan melahirkan generasi penerus yang Hebat mempunyai SDM unggul untuk bersaing meningkatkan kesejahteraan masa depan. Lewat pendidikan bangku sekolah lah anak-anak kita bisa dilatih menjadi manusia berjiwa besar. Siap bersaing di segala bidang meraih impian dan cita cita serta menjadi Manusia Sukses.