Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Nasional

Prabowo Gaspol Percepat Swasembada Energi, Penyelundupan hingga Tambang Ilegal Jadi Sasaran

Foto: BPMI Setpres/Cahyo

MALANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh pemerintahannya untuk mempercepat kemandirian dan kesejahteraan nasional melalui kerja keras di berbagai sektor strategis. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam pidatonya usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Dalam sambutannya, Presiden mengapresiasi seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, serta berbagai unsur yang telah bekerja tanpa kenal lelah demi program prioritas nasional. Semangat ini lahir dari kesadaran bahwa rakyat Indonesia sudah terlalu lama menghadapi kondisi ekonomi yang tidak sepadan dengan potensi kekayaan alam bangsa.

“Pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berbuat yang terbaik, untuk menggapai sasaran yang tertinggi dalam waktu yang secepat-cepatnya. Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai,” ujar Presiden Prabowo dengan nada optimis.

Mantan Danjen Kopassus tersebut juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dalam mengelola kekayaan nasional. Menurutnya, kebersamaan dan bahu-membahu menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan demi masa depan generasi penerus.

Lebih lanjut, Kepala Negara memberikan peringatan keras terhadap setiap bentuk penyalahgunaan wewenang yang merugikan masyarakat. Aparatur negara yang telah diberi kepercayaan dan digaji oleh rakyat wajib bekerja sepenuhnya untuk kepentingan bangsa.

“Kita tidak mau toleransi kepada mereka yang melaksanakan kebijakan dan tindakan yang merugikan rakyat. Apalagi mencuri uang rakyat. Saya tidak toleransi,” tegas Presiden Prabowo.

Setelah berhasil mencapai target swasembada pangan, fokus pemerintah kini beralih pada percepatan swasembada energi dan ketahanan air. Selain itu, pemerintah juga gencar menertibkan aktivitas ilegal mulai dari penyelundupan hingga praktik pertambangan, perkebunan, perikanan, dan perdagangan ilegal.

Di sisi lain, percepatan juga dilakukan pada program peremajaan tanaman tebu nasional. Berdasarkan laporan Menteri Pertanian, target penyelesaian program yang semula direncanakan memakan waktu empat tahun kini dipangkas menjadi hanya dua tahun.

Presiden Prabowo menyambut baik optimisme tersebut, namun tetap mengingatkan jajarannya agar menjaga kesehatan di tengah tingginya intensitas kerja. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memastikan kekayaan Indonesia dikelola sepenuhnya demi kemakmuran rakyat serta kedaulatan bangsa di mata dunia.