Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Ekonomi & Bisnis

Bulog Tembus 87% Target Serapan Beras, Swasembada Pangan Kian Dekat

Sumber foto: Detikcom

JAKARTA — Perum Bulog mencatat capaian impresif dalam penyerapan hasil panen dalam negeri yang kini telah menembus angka 3,5 juta ton setara beras hingga 24 Juli 2026. Realisasi tersebut setara dengan 87 persen dari total target pengadaan nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar 4 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa keberhasilan penyerapan ini merupakan hasil kolaborasi terpadu antarinstansi dari tingkat pusat hingga daerah. Sinergi ini melibatkan petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas, mitra kerja, serta pemerintah daerah.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pihak. Kolaborasi yang terjalin secara optimal menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya, Sabtu (26/7/2026).

Melihat tren penyerapan gabah dan beras yang terus menunjukkan peningkatan positif di berbagai daerah, Bulog meyakini target nasional akan tuntas sesuai jadwal. Penambahan stok secara masif ini diyakini semakin memperkuat simpanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai benteng ketahanan pangan nasional.

Rizal memproyeksikan cita-cita swasembada pangan yang berkelanjutan dapat terwujud penuh sebelum kuartal keempat tahun ini. “Kami meyakini, dengan dukungan seluruh pihak, cita-cita swasembada pangan berkelanjutan akan semakin kokoh dan dapat diwujudkan secara optimal hingga akhir September 2026,” tambahnya.

Manajemen Bulog juga memberikan kepastian bahwa proses penyerapan hasil panen tidak akan dihentikan meskipun target kuota 4 juta ton nantinya telah terpenuhi. Langkah ini diambil untuk menjamin harga jual gabah di tingkat petani tetap stabil dan menguntungkan.

“Komitmen Bulog adalah terus hadir untuk petani. Setelah target tercapai pun kami akan tetap menyerap hasil panen dalam negeri semaksimal mungkin sesuai penugasan pemerintah dan kapasitas yang tersedia,” tegas Rizal menutup penjelasannya.

Tag