Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Wisata

Transformasi Digital Pariwisata Dipercepat, AI hingga MICE Jadi Andalan Baru

Sumber foto: Dok. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia

JAKARTA – Sektor pariwisata dan industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi pusat MICE dunia melalui integrasi teknologi digital dan pemanfaatan tren perjalanan wisata bisnis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan ini dipimpin oleh sektor pariwisata, akomodasi, serta penyediaan makan dan minum yang melonjak hingga 13,14 persen.

“Terlepas dari ketidakpastian situasi global, Indonesia mampu tumbuh positif. Sektor pariwisata memimpin pertumbuhan sektoral dengan angka dua digit,” ujar Airlangga dalam forum Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Airlangga memaparkan, lonjakan ini terbukti dari kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 1,38 juta pada Mei 2026. Selain itu, pergerakan wisatawan nusantara mencatatkan angka impresif sebanyak 106,16 juta perjalanan pada periode yang sama.

Menurutnya, tren pasar kini bergeser menuju bleisure—kombinasi perjalanan bisnis (business) dan liburan (leisure). Fenomena ini membuka peluang emas bagi Indonesia untuk mengintegrasikan acara internasional dengan destinasi wisata unggulan di berbagai daerah.

Guna menangkap peluang tersebut, Pemerintah mempercepat transformasi digital lewat program Pariwisata 5.0. Pendekatan ini mengaitkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pengelolaan data demi menyajikan layanan wisata yang personal dan berkelanjutan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan, salah satu inovasi utama adalah MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia) pada platform Indonesia.travel. Selain itu, hadir pula platform Event by Indonesia (EBI) sebagai basis data event nasional.

“Kami meluncurkan MaiA, perencana perjalanan berbasis AI yang mempermudah penemuan destinasi sekaligus menjadikan proses perencanaan perjalanan lebih lancar dan personal,” jelas Widiyanti.

Sinergi ekosistem digital dan industri MICE ini diyakini memperluas dampak ekonomi nasional. Indonesia dinilai sangat kompetitif dalam hal fasilitas, keramahtamahan, serta ragam kuliner.

Seirama dengan hal itu, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan penguatan industri MICE merupakan langkah strategis jangka panjang.

“Pengembangan industri event dan MICE menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus pengungkit daya saing pariwisata. Pemerintah terus mendorong penguatan konektivitas dan pemanfaatan AI untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat MICE global,” tegas Haryo.