Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Regional

Intip Keunikan De Javasche Bank Surabaya: Bambang Haryo Dorong Fasilitas Lengkap Setara Jepang!

SURABAYA — Kunjungan ke museum kini tak sekadar menyusuri sejarah, tetapi juga membutuhkan kenyamanan dan kemudahan akses. Berdasarkan hal itu, anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong terwujudnya konektivitas transportasi umum antar-objek wisata museum di Surabaya.

Langkah ini dipandang efektif untuk menggaet lebih banyak turis lokal maupun asing dalam mengeksplorasi 15 museum yang ada di Surabaya. Dorongan tersebut diutarakan Bambang saat mendatangi Museum De Javasche Bank, Selasa.

“Surabaya memiliki 15 museum yang bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata edukasi dan sejarah. Namun, perlu fasilitas transportasi publik yang terkoneksi antarmuseum agar masyarakat domestik maupun wisatawan mancanegara bisa memanfaatkannya,” jelas Bambang.

Bambang memberikan apresiasi atas skema akses gratis bagi pelajar di museum perbankan tersebut. Menurutnya, program edukasi ini sangat bermanfaat untuk mengenalkan sejarah moneter nasional kepada generasi muda sejak dini.

Ia pun menyarankan agar standar pelayanan museum terus ditingkatkan. Bambang mendorong pengelola menghadirkan area istirahat serta kedai makan-minum sebagaimana yang biasa dijumpai di museum-museum mancanegara seperti di Malaysia dan Jepang.

Pengayaan benda-benda koleksi juga dianggap perlu agar narasi sejarah yang disampaikan kepada masyarakat semakin kaya dan komprehensif.

Sementara itu, pihak pengelola Museum De Javasche Bank, Rizki, membeberkan tingginya animo masyarakat terhadap wisata edukasi sejarah. Setiap bulannya, lokasi ini tak pernah sepi dari serbuan pengunjung.

“Rata-rata kami menerima sekitar 6.000 pengunjung setiap bulan dari kalangan pelajar, komunitas, dan masyarakat umum,” tutur Rizki.

Ia menuturkan, para pengunjung kerap terpesona dengan wawasan perkembangan mata uang serta fitur arsitektur bangunan legendaris ini. Beberapa keunikan yang menjadi primadona antara lain teknologi kamera pengawas kuno, pendingin ruangan alami, hingga pemanfaatan cahaya alami melalui kaca patri.