SURABAYA — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medokan Ayu 2, Rungkut, Surabaya, untuk menyesuaikan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan selera anak-anak. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan inspeksi mendadak ke dapur SPPG yang melayani 1.467 siswa SD dan TK tersebut pada Selasa.
Menurut Bambang, penyajian makanan harus dirancang semenarik mungkin agar disukai oleh para siswa penerima manfaat. Ia mencontohkan bahan pangan seperti tahu yang seharusnya diolah secara kreatif alih-alih disajikan tanpa pengolahan khusus.
Selain menyoroti variasi menu, sidak ini juga mengungkap sejumlah catatan penting terkait fasilitas infrastruktur dapur. Bambang mendapati sistem pencucian wadah makanan atau ompreng belum memenuhi standar penggunaan air panas dan air dingin.
Ia juga menyoroti kinerja blower di ruang masak yang dinilai belum optimal sehingga area dapur masih terasa panas. Menurutnya, sirkulasi udara harus memadai agar para juru masak dapat bekerja dengan nyaman tanpa kepanasan.
Kendati demikian, pihak legislatif tetap memberikan apresiasi terhadap kualitas bahan baku yang digunakan dalam program ini. Berdasarkan peninjauannya, komoditas seperti beras, gula, tepung terigu, hingga gas yang dipakai sudah menggunakan merek premium.
Sistem penyimpanan bahan pangan di dapur tersebut juga dinilai telah memenuhi standar kelayakan operasional. Suhu penyimpanan tercatat berada di kisaran minus 20 derajat Celsius untuk daging serta 6 hingga 7 derajat Celsius untuk sayuran di dalam chiller.
Menanggapi berbagai catatan tersebut, Kepala SPPG Medokan Ayu 2, Muhammad Lakri Hergintara, menyatakan kesiapannya untuk melakukan perbaikan. Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan mitra dan yayasan terkait.
Langkah tindak lanjut ini mencakup perbaikan fasilitas tata udara di area pengolahan agar memenuhi standarisasi yang ditetapkan. Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan demi menyukseskan program pemenuhan gizi bagi anak sekolah.
