Jakarta – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) meminta pemerintah memberikan perhatian dan perlakuan yang adil terhadap transportasi penyeberangan sebagai bagian penting dari sistem konektivitas nasional.
Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo mengatakan transportasi penyeberangan memiliki peran strategis dalam menghubungkan wilayah Indonesia yang dipisahkan oleh perairan.
“Sudah selayaknya transportasi penyeberangan memperoleh perhatian pembangunan yang adil dan proporsional sebagaimana moda transportasi lainnya. Bukan meminta keistimewaan, tetapi perhatian yang sesuai dengan besarnya tanggung jawab penyeberangan dalam menyatukan negara kepulauan,” ujar Khoiri dalam keterangan resmi, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi selama ini masih cenderung berorientasi pada daratan. Karena itu, pemerintah perlu meningkatkan pembangunan pelabuhan dan dermaga penyeberangan untuk memperkuat konektivitas antarpulau.
Peningkatan kualitas penyeberangan, kata dia, tidak cukup hanya melalui modernisasi kapal dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Infrastruktur pelabuhan juga harus mengikuti perkembangan tersebut.
Sejumlah fasilitas yang dinilai perlu diperkuat antara lain dermaga, movable bridge, kapasitas beban, kedalaman kolam, breakwater, fasilitas sandar, navigasi, akses jalan, buffer zone, serta fasilitas keselamatan dan penyelamatan.
“Jangan sampai kita menuntut kapal semakin modern, sementara infrastrukturnya tertinggal. Kapal yang semakin baik membutuhkan pelabuhan yang semakin baik,” katanya.
Gapasdap menilai penguatan infrastruktur penyeberangan penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang antarpulau, sekaligus memperkuat konektivitas nasional sebagai negara kepulauan.
